Hutan Mangrove di Labuhan Maringgai

 

Sumber gambar: https://www.travellink-indonesia.com/2017/11/kawasan-hutan-mangrove-lampung-timur.html

Lampung merupakan provinsi di Pulau Sumatera yang paling selatan, sehingga Lampung memiliki garis pantai yang panjang. Pantai-pantai yang ada merupakan salah satu keindahan yang dimiliki Lampung. Tak hanya pantai yang indah, Lampung juga memiliki pulau-pulau kecil yang ekosistem lautnya sangat bersih dan terawat. Maka dari itu, tidak sedikit wisatawan lokal maupun mancanegara yang berwisata ke Lampung.

Mangrove adalah tanaman yang tumbuh di air payau. Tanaman ini bisa tumbuh sendiri atau banyak juga ditanam oleh masyarakat. Karena pohon mangrove atau pohon bakau memiliki akar yang besar dan kuat, mereka tumbuh di daerah pantai untuk mencegah abrasi tanah. Selain untuk mencegah abrasi yang terjadi di pantai, rindangnya pepohonan mangrove bisa juga dijadikan destinasi tempat wisata. Hutan Mangrove yang disusun rapi agar lebih menarik masyarakat luar kota untuk datang ke pantai tersebut.

Salah satu desa yang melestarikan hutan mangrove adalah Desa Margasari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Desa tersebut terletak di pesisir Lampung Timur, yang sebagian besar daerahnya adalah pantai. Dengan dijadikannya tempat wisata, pemerintah ikut serta membantu dalam pengelolaan desa tersebut. Tak hanya dijadikan tempat wisata, tumbuhan mangrove juga bisa diambil buahnya dan dijadikan sirup mangrove. Sehingga pendapatan asli desa pada Desa Margasari dapat meningkat akibat mangrove.

Tabel 1. Perubahan luasan tutupan hutan mangrove di Labuhan Maringgai


Seiring berjalannya waktu luas hutan mangrove mengalami banyak perubahan. Pada tabel di atas dapat dilihat, luas hutan mengalai penuruhan dari tahun 1973 sampai tahun 1994. Namun kemudian terus naik sampai tahun 2013.

Penurunan luas hutan mangrove dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya:

  • ·    Terjadi abrasi yang besar
  • ·       Masyarakat pendatang menjadikan hutan mangrove sebagai tambak udang
  • ·       Terdapat program transmigrasi

Sedangkan faktor yang mempengaruhi peningkatan luas hutan mangrove, antara lain:

  • ·       Penanaman kembali pohon mangrove
  • ·       Masyarakat melestarikan hutan mangrove
  • ·       Ditetapkan perda tentang rehabilitasi daerah pesisir

Untuk melestarikan hutan mangrove, pengunjung tempat wisata dan masyarakat sekitar harus turut serta dalam upaya perlindungan. Seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak menebang pohon sembarangan, tidak merusak kawasan hutan mangrove, serta mentaai peraturan yang ada di sana. Dengan begitu, hutan mangrove dapat berkembang lebih baik dan manusia dapat menikmati pemanfaatannya dengan bijak.

 

References

Susni Herwanti. 2015. Kajian Pengembangan Usaha Sirup Mangrove di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Wawan Setiawan, Sugeng P. Harianto, Rommy Qurniati. 2017. Ecotourism development to preserve mangrove conservation effort: Case study in Margasari Village, District of East Lampung, Indonesia. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Yuliasamaya, Arief Darmawan, dan Rudi Hilmanto. 2014. Perubahan Tutupan Hutan Mangrove di Pesisir Kabupaten Lampung Timur. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

 

 

 

Komentar